Image

Tekankan Kultur Kerja Berbasis Zero Accident, Antar Raih K3

Admin

Dibaca 279 kali

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, menerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi Jawa Timur, Rabu 30 Maret 2016  di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

            Anugerah tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, sebagai bentuk apresiasi dari kerja keras membina program K3 tahun 2015 dengan baik. Salah satu indikatornya, nihil kecelakaan kerja atau zero accident.

            Setidaknya ada 12 perusahaan di Kabupaten Mojokerto, yang berhasil meraih penghargaan zero accident. Antara lain PT. MPS Gondang, PT. Ittihad Rahmad Utama, PT. King Halim Jewelry, PT. Branita Sandini, PT. Waru Teknika Tama, PT. Kajima Indonesia, PT. SAI, PT. Beton Prima Indonesia, PT. Indonesia Tri Sembilan, PT. Motasa Indonesia, PT. Hume Sakti Indonesia, dan PT. Sinar Sosro.  

            Selain K3, penghargaan lain yang juga berhasil dicapai adalah SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebanyak 4 perusahaan.  Antara lain PT. PLN (Persero) Area Mojokerto, PT. Beton Prima Indonesia, PT. Betts Indonesia, dan PT. Trijaya Adymix. Total seluruh perusahaan yang berhasil menyabet penghragaan di seluruh Jawa Timur tercatat sebanyak 344 perusahaan.

            Bupati berharap agar lebih banyak lagi perusahaan yang ada di Kabupaten Mojokerto,  mampu mengaplikasikan budaya keselamatan kerja di lingkungan masing-masing. Dengan disiplin terhadap penerapan sistem tersebut, Ia optimis dapat menekan angka kecelakaan kerja sampai nol kecelakaan. Suami dari Ikfina Mustofa Kamal tersebut, bahkan menarget 40 perusahaan lagi yang masuk dalam daftar penerima penghargaan di tahun mendatang.

             Bupati Mustofa Kamal Pasa menjadi salah satu penerima penghargaan K3 dari beberapa kepala daerah di Jawa Timur, diantaranya Bupati Gresik, Pasuruan,Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Blitar, Wali Kota Surabaya dan Madiun. Dari capaian ini, Bupati Mustofa Kamal Pasa menginstruksikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mojokerto, untuk terus melakukan pembinaan dan bimbingan teknis kepada perusahaan-perusahaan agar meningkatkan budaya keselamatan kerja.

            Aplikasi K3 maupun SMK3 memang memiliki peran sentral dalam perusahaan. Sistem tersebut selain berguna untuk melindungi keselamatan pekerja dan karyawan,  juga secara tidak langsung mampu meningkatkan produktifitas perusahaaan. Singkatnya, jika minim kendala dalam suatu perusahaan, maka akan memiliki pengaruh kelancaran produksi perusahaan itu sendiri.(Bagian PDE+Bagian Humas Protokol)

Link: